Senin, 01 September 2008

Hormesis dan Puasa

Baik dalam pemikiran Barat maupun Timur, makan berlebihan dianggap sebagai sumber penyakit dan pemendekan usia, seperti hal-nya tumbuhan yg terlalu banyak air bukan-nya tumbuh, malahan ia akan layu. pembatasan asupan makanan merupakan salah satu cara tertua yg dianjurkan untuk memelihara kesehatan & dianggap dapat memperpanjang usia. Sejak tahun 1990-an hingga sekarang, minimal ada 300 hipotesis tentang proses penua-an, salah satu proses penua-an yg paling populer sejak pertama kali diperkenalkan pada pada th 1950-an adalah hipotesis radikal bebas, yg kemudian dikembangkan menjadi hipotesis stres oksidatif. hipotesis ini beranggapan bahwa proses penuaan terjadi karena akumulasi dri spesies oksigen reaktif (SOR) dalam mitrokondria sel.

Mitokondria merupakan paru2 sel yg juga berfungsi sebagai mesin sintesis adenosine triphosphate (ATP). ATP merupakan sumber energi bagi sel. Dlm proses sintesis ATP di dalam sel, produk-produk samping berupa berbagai SOR, termasuk anion superoxida, hidrogen peroksida, dan radikal hidroksil terakumulasi di dalam sel, Produk-produk samping inilah yg menyebabkan kerusakan pada sel dan mendorong proses penua-an dri sel, yg pada giliran-nya memyebabkan penua-an jaringan, organ dan organisme secara keseluruhan. Proses ini juga terjadi lebih intensif ketika mahluk hidup mencerna makanan. Oleh karena itulah olahragawan atau model melakukan diet ketat, untuk menjaga kebugaran tubuh-nya. Dengan ber-puasa dapat mengurangi proses SOR dlm mitokondria, atau meningkatkan mekanisme anti oksidatif untuk membuang SOR. Tentu saja bukan hanya makan berlebihan saja yg merupakan stimuli efek hormesis, faktor lain seperti : antibiotika, herbisida, pestisida, logam berat, agen kemoterapy, ethanol, asetaldehida, kloroform, radiasi, hidrokarbon, kejutan panas, lingkungan dgn osmolaritas tinggi, hipergravitasi, kepadatan populasi, olah raga . . . . dll.

Dlm Alquran, 4JJI berfirman : "Makan dan minumlah, dan jangan kalian berbuat israf (berlebih-lebihan), sesungguh-nya 4JJI tidak menyukai orang yg berbuat israf" [QS 7 Al A'raaf : 31]. Selain itu dlm sebuah hadist hasan, Rosull bersabda : "Tiada tempat yg lebih buruk, yg dipenuhi anak Adam daripada perut-nya. Cukup bagi mereka beberapa suap yg dapat menopang tulang punggung-nya. Jika hal itu tidak bisa dihindari maka makanlah untuk 1/3 perut-nya, 1/3 untuk minum-nya & 1/3 lagi untuk nafas-nya." [HR Ahmad, An Nasai, Ibnu Majah dan At Tirmidzi. Hal yg perlu digaris bawahi adalah esensi dri ber-puasa bukan lah untuk menjadi awet muda, melainkan la'allakum tataquun (agar kalian bertakwa), oleh karena itulah puasa bukan hanya menahan lapar & dahaga tetapi juga menahan hawa nafsu. Selain itu keiman-an tidaklah dilandas-kan pada pembukti-an sains. Sains dapat kita gunakan untuk menggali berbagai hikmah dari ibadah. Tetapi sains tetap-lah sains yg -menurut Karl Popper- harus siap meng-alami falsifikasi (dibuktikan salah).

referensi : republika

Tidak ada komentar: